GOWA – Nasib naas dialami Fikri, seorang remaja yang diketahui masih duduk dibangkuh sekolah SMK Neg 3 Gunungsari, yang merupakan warga Jalan Vetran Lorong 295, Kelurahan Maricaya Baru Kecamatan Makassar, Tewas, setelah dikeroyok massa dan ditemukan di dalam sebuah parit dalam Keadaan Leher patah dan muka penuh luka, Serta rahang pipi bagian kiri goyang, akibat pukulan beberapa warga.

Korban diketahui sebelumnya peristiwa, terjadi Kasus pengeroyokan, korban sedang merayakan ulang tahun bersama teman sebayanya didekat rumahnya Jalan Vetran, Lorong 295, Namun diajak Oleh seorang temannya (Ade) bersama dengan sepupuhnya (Allang) pergi kerumah Temannya yang tinggal diDesa Pangkabinaga Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa Sabtu Malam, 27/08/2022.

Ditengah perjalanan korban bertiga dengan mengunakan sepeda motor sempat berpapasan dengan rombongan Geng motor, yang sebelumnya terjadi perselisihan antara warga dan Geng motor,” merasa tdk punya masalah dengan, warga masyarakat setempat dipangkabinaga, korban bersama rekannya, yang tak lain adalah sepupuhnya sendiri, dihadang oleh massa, hingga terjadi peristiwa, yang memilukan
Menurut rekan korban, (Ade)warga Mallengkeri pada saat sebelumnya dihadang oleh warga sempat juga dikejar, Oleh kelompok geng motor namun bisa meloloskan diri, karena suasana sepih dan gelap mereka tidak mengetahui kalau ada beberapa warga yang sedari tadi resah akibat ulah geng motor,

See also  DPP Gempar Nkri: Kasi Pidsus Kejati Sulsel Mengantongi Calon Tersangka Kasus Korupsi PDAM, Atau Diduga kantong Saku Terkancing Rapat

Peristiwa, yang menimpah diri korban diakibatkan karena warga yang sedang menghadang yang terlanjur tersulut emosi hingga gelap mata, dari peristiwa ini Korban yang ditemukan dalam keadaan sekarat saat diangkat dari dalam parit, Malah diseret, beberapa meter sebelum diangkat kemobil patroli polsek pallangga, untuk dirujuk ke Rumah Sakit Kallong Tala.

( Ade)selamat dari peristiwa naas, pada saat itu, karena dibawah kerumah salah seorang warga , dan sempat ditanya oleh warga setempat, tujuannya mau kemana, lalu ,”Ade Jawab mau menuju keReihan, “maksudnya ke Perumahan Reihan di Parang Banoa, Lalu Ade pun menelpon Tante dan Om’nya, untuk membantu Mencari tahu keberadaan korban, yang ditarik oleh warga entah dibawah kemana, ternyata setelah ditemukan, korban tdk sempat dikenali lagi, karena wajahnya berlumuran darah

See also  Ketua DPC Demokrat Selayar, Ajak Seluruh Kader Rapatkan Barisan Sambut Pelantikan Nikmatillah

Orang Tua Korban ( Muh Iksan Syam ) dan Istrinya (Yuliani) mengatahui anaknya, telah dimassa, setelah di Rumah Sakit Kallong Tala, untuk menemui anaknya dalam keadaan sekarat (koma) hanya bahasa tubuh antara anak dan orang tua, karna sudah tidak bisa diajak komunikasi, sebelum menghembuskan nafas yang terakhir, tangan korban sempat digenggam erat, oleh ibunya dan airmata korbanpun sempat menetes , sebagai Isyarat bahwa korban meminta maaf sebelum pergi untuk selamanya.

dan airmata korbanpun sempat menetes, ucap ibunya, dengan bahasa tubuh anaknya minta maaf sebelum pergi untuk selamanya
Karena jiwanya tidak bisa terselamatkan,

Ratusan kerabat dan keluarga ,serta tetangga hadiri pemakaman korban ditempat pemakaman pekuburan Dadi, Makassar, orang tua serta keluarga tak kuasa menahan isak tangis, melepas jasad, yang meyisahkan kepedihan yang sangat mendalam.

See also  1.176 Korban Gempa Bumi Selayar, Segera Terima Bantuan Rp 19,2 Miliar

Sampai berita ini dimuat belum ada tanggapan dari pihak kepolisian apa motif dari peristiwa penggeroyokan ini hingga sampai menghilangkan Nyawa.korban.