MAKASSAR BANGKIT.COM | Takalar, Lembaga swadaya masyarakat Pembela Rakyat (LSM-Perak) Sulawesi Selatan menyoroti pekerjaan Rehabilitasi Jembatan yang menghubungkan antara Desa Pattoppakang dengan desa Bontomanai.

Hal itu diungkapkan Rahman selaku anggota investigasi LSM Perak Sulsel saat ditemui di salah satu Warkop di takalar Sulsel, Kamis (9/11/2021).

Rahman menuturkan Pekerjaan Rehabilitasi jembatan Desa yang dianggarkan melalui Dana Desa Tahun Anggaran 2021 terindikasi sebagai sarat Korupsi.

” Kami sudah turun kelapangan bersama teman-teman melihat pekerjaan tersebut, perkejaan yang nilai anggarannya 65 juta dengan pekerjaan talud dan timbunan sirtu itu diduga di Mark up,” kata Rahman.

Lebih lanjut Aktivis yang dikenal getol menyuarakan anti korupsi di takalar mengatakan beberapa warga disekitar lokasi jembatan yang juga dimintai keterangan berujar tidak ada perubahan pekerjaan jembatan dari yang sebelumnya, hanya diujung jembatan ada penimbunan sirtu.

See also  Kejari Selayar Lidik Dugaan Korupsi Dana JKN Puskesmas Pasi'marannu

” Jembatan ini belum ada perubahan, baik tiang penyanggah maupun papan lantai yang terpasang, ini masih tetap yang dulu kecuali ujung jembatang memang sudah ditimbung dengan menggunakan sirtu,” ungkap Rahman menirukan keterangan Warga.

Sementara mantan Plt Desa Pattoppakang, Sapri dalam keterangannya mengatakan “penyelesaian jembatan tersebut, saya akui mandet untuk sementara karena saya non aktif pada waktu itu, dimana saya juga telah mempersiapkan diri untuk maju di Pilkades tahun ini,” Kata Sapri, dikediamannya Kamis (2/12/2021).

Lebih lanjut diungkapkan sapri “adapun kelanjutan penyelesaian jembatan tersebut saya sudah serahkan ke Andi Ato Alwi selaku Pelaksana Tugas (Plt) yang baru di Desa Pattopakan begitu juga sisa dana senilai Rp 65 juta yang ada, semuanya saya sudah serahkan sepenuhnya.” Sambung Sapri

See also  Pajak: dari, Oleh dan untuk Rakyat, Ayo Bayarki Pajak Kendaraanta'

Terpisah, Andi ato Alwi yang ditemui diruangan kerjanya, Kamis (9/12/2021) menuturkan bahwa apa yang disampaikan eks Plt Pattoppakang itu tidak benar adanya sisa dana untuk anggaran Fisik pembangunan jembatan itu ada dan diserahkan ke kami untuk melanjutkan pembangunannya. “Untuk Anggaran Fisik yang dialokasikan melalui DD itu sudah tidak ada waktu kami masuk menjabat sebagai Plt. Kades Pattoppakang hingga saat ini,” kata Andi ato.

Lebih jauh dijelaskan Andi ato “andai dana itu pun ada untuk kelanjutan pembangunan fisik, tentunya kami ingin melihat dulu perencanaan pekerjaan fisik yang di anggarkan dan yang mau kerjakan seperti apa dan bagaimana,” pintanya.