MAKASSARBANGKIT.COM, Bintuni Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Propinsi Papua Barat, Taufiqurrakhman melakukan kunjungan kerja perdana ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas II B Bintuni, Rabu 11 Mei 2022 kemarin. Dalam kunjungan kerjanya, Kakanwil Kemenkumham Papua Barat bersama jajaran Divisi Pemasyarakatan telah disambut meriah dengan tarian Khas Suku Sough yang merupakan sebuah tarian penyambutan adat dan pengalungan manik-manik serta diterima langsung oleh Kepala Rumah Tahanan Negara (Ka Rutan) Kelas II B Kabupaten Bintuni, Juliao Da Costa.

Mengawali sambutannya, Taufiqurrakhman selaku Kakanwil Kemenkumham menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kepala Rutan Kelas II B Bintuni serta kepada seluruh jajarannya yang telah memberikan penyambutan istimewa atas kehadiran dirinya dengan demikan meriah.

See also  Anggaran Milyaran Dipertanyakan! Ratusan Unit Bantuan MCK Di Sulap Menjadi Bangunan WC Individual Bidang Cipta Karya Kabupaten Jeneponto

Sementara itu menyikapi banyaknya persoalan dan permasalahan yang sering kali terjadi didalam Lapas dan Rutan di Indonesia, Kakanwil meminta dengan tegas kepada seluruh jajaran di Rutan Kelas IIB Bintuni untuk bekerja secara profesional sesuai dengan Standar Operasi Pelayanan (SOP) dengan tetap berpedoman pada tata nilai Pasti (Profesional, Akuntabel, Sinergi, Transparan dan Inovatif).

Selepas memberikan sambutan, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Propinsi Papua Barat ini, ia didampingi Ka Rutan Kelas IIB Bintuni, Juliao Da Costa menyaksikan secara langsung test urine yang dilakukan oleh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rutan Bintuni sekaligus meninjau beberapa bangunan, ruang kerja serta blok hunian bagi warga binaan.

See also  EMPAT KANDIDAT CAKETUM KSPSI 2022-2027 PRO PERUBAHAN SATUKAN VISI MENUJU KONGRES

Dalam kesempatan itu pula Kakanwil Kemenkumham menaruh harapan agar langkah kongkrit pelaksanaan test urine kepada warga binaan Rutan Kelas IIB Bintuni yang bekerjasama dengan pihak terkait bisa mewujudkan Rutan Bintuni menjadi sebuah Rutan yang bersinar serta terhindar dari penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotika dan Obat Terlarang (Narkoba).” ungkapnya berharap. (M. Daeng Siudjung Nyulle)