MAKASSAR BANGKIT – Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Dede Yusuf menjadi saksi penting dalam peristiwa pelaksanaan penandatangan MoU 11 Kepala SMKN dari Sulawesi Selatan dengan Kepala SMKN 5 Denpasar Bali yang dilaksanakan di Aula SMKN 5 Denpasar, Selasa (21/12 2021).

Kesebelas Kepala SMKN dari Sulsel, yaitu Kepala SMKN 9 Makassar, Drs Muhidding, MPd, Kepala SMKN 6 Makassar, H Amar Bachti, SPd.MM, Kepala SMKN 8 Makassar, Dr Asna Baharuddin, MPd, Kepala SMKN 4 Tana Toraja, Berthyna Adherline Tukkeng, SPd, Kepala SMKN 2 Luwu Timur, Mulyama TA. Parenrengi, SPd, Kepala SMKN 3 Parepare, Hj Andi Raehana R, SPd.MM, Kepala SMKN 2 Bone, Dra Suhaeni, Kepala SMKN 8 Bone, Dra Gusnawati, MM, Kepala SMKN 4 Bone, Andi Faisal, SPd.MPd, dan Kepala SMKN 2 Pangkep, Rafiuddin, M.Par.
Kepala Bidang Pembinaan SMK, Dra Hj Andi Ernawati, MPd yang mewakili Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan mengaku senang dan bangga bisa menyaksikan penandatanganan MoU 11 Kepala SMK dari Sulsel dengan SMKN 5 Denpasar Bali dengan disaksikan dari anggota DPR RI dan Staf Kemendikbudristek yang kebetulan juga melakukan kunjungan kerja di SMKN 5 Denpasar.

See also  Kejari Selayar Terima Tersangka dan Barang Bukti Berkas Perkara Tunggal Jumrawati

“Alhamdulillah, teman-teman kepala sekolah juga sangat senang dengan MoU ini, apalagi disaksikan anggota DPR RI Komisi X yang membidangngi Pendidikan,” tutur Andi Ernawati.
Kunjungan kerja Disdik ke Provinsi Bali, kata Ernawati, adalah rangka FGD Pengembangan Vokasi dan BLUD SMK di Sulawesi Selatan.

SMKN 5 Denpasar Bali merupakan sekolah tertua dan satu-satunya masuk dalam Cagar Budaya di Denpasar. Dan yang lebih penting lagi, kata Ernawati, sekolah ini ditunjuk Dirjen Diksi sebagai SMK Destinasi Pariwisata Pendidikan di Bali.

Andi Ernawati mengatakan, pelaksanaan MoU 11 SMK Sulsel dengan SMKN 5 Denpasar merupakan langkah strategis yang dilakukan untuk pengembangan pendidikan vokasi di Sulawesi Selatan, terutama bidang Keahlian Pariwisata dan Perhotelan.

See also  Dugaan Perampasan Tanah Eks Pasar Masale Tompobulu Maros, Ketua Gempar NKRI : Ini Sangat Memprihatinkan Bagi Pemerintahan Maros

Selain itu, tambah Ernawati, dalam Kerjasama ini juga terkait dengan ekonomi kreatif dan imbas Rencana Perangkat Pembelajaran (RPP) yang sudah dalam bentuk aplikasi.

Kepala SMKN 5 Denpasar, I Made Buda Astika, SPd.MPd mengaku senang menerima rombongan Disdik Sulsel yang bersamaan dengan anggota DPR RI Komisi X yang juga melakukan kunjungan kerja di SMKN 5 Denpasar.

I Made Buda Astika mengatakan, SMKN 5 Denpasar merupakan SMK Centre (COE) of Excelence dan Pusat Keunggulan (SMK-PK) dengan sejumlah bidang keahlian. Sekolah kami, katanya, sudah terbiasa menjamu kesenian (seni tari dan kerawitan) tamu, baik tamu local, nasional maupun tamu-tamu internasional.

“Semua kelas seni tari dan kerawitan juga merupakan kelas industry di SMKN 5 Denpasar,” ujar I Made Buda Astika.

See also  Pembangunan BLK PCNU Bantaeng Di Duga Pemakaian Pasir Lumpur,kepala tukang:Sudah Di Setujui Pusat

Wakil Komisi X DPR RI, Dede Yusuf mengapresiasi FGD Disdik Sulsel di SMKN 5 Denpasar. “Kami sangat mengapresiasi Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan yang sudah memfasilitasi SMK untuk melakukan sharing informasi dengan SMK yang ada di Provinsi Bali, dan kami berharap SMK melakukan diversifikasi dalam pengelolaan SMK,” ujar Dede Yusuf.

Di Provinsi Bali, kata Dede Yusuf, 80 persen SMK mengelola bidang keahlian kepariwisataan, dan 20 persen di bidang lain, seperti ekonomi kreatif, pertanian, kemaritiman dan lainnya.
Menurut Dede Yusuf, di Sulawesi Selatan berpotensi dilakukan hal yang sama, terutama di bidang pertanian, kemaritiman dan pariwisata.

 

 

Penulis : ASR

Editor.   : A.FB