MAKASSAR – “Profil Kacabdisdik Wilayah 1 ‘Sang Motivator’, yang Mengedepankan Pendekatan Humanis dalam Mendorong Kinerja Sekolah di Wilayahnya”.

Dalam struktur organisasi Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Tercatat ‘Empat Srikandi Hebat’ sebagai pilar terdepan dalam mengawal perjalanan pendidikan jenjang SMA, SMK, dan SLB di daerah. Dari 12 cabang dinas pendidikan wilayah yang mengendalikan 24 kabupaten / kota, empat di antaranya dinakhodai oleh wanita. Tentu saja eksistensi mereka pada jajaran top level di tingkat Cabang Dinas bukanlah sekedar untuk memenuhi regulasi kesetaraan gender akan tetapi lebih kepada kapabilitas serta jenjang karier yang telah mereka lewati, terlebih lagi separuh dari usia telah mereka wakafkan, mengabdi di bidang pendidikan.
Salah seorang figur dari ‘Empat Srikandi Hebat’ tersebut bernama Hj. Bagyang, S.Pd., MM. yang saat ini menduduki jabatan sebagai Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I (meliputi Maros dan Makassar Bagian Utara). Wanita paruh baya kelahiran Bone 57 tahun silam ini, mengawali karier ASN sebagai pendidik pada salah satu SMP Unggulan di Kota Makassar sejak tahun 1988. Profesi tersebut digelutinya selama kurun waktu hampir dua dekade hingga akhirnya memutuskan untuk hijrah dan beralih profesi menjadi pegawai struktural Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan dan ditempatkan pada Bidang Pendidikan Dasar, tahun 2007. Sembilan tahun kemudian tepatnya tahun 2016, mendapat promosi jabatan eselon IV.a sebagai Kepala Seksi PKPLK dengan pangkat Pembina – IV/a, selanjutnya tahun 2017 dimutasi menjadi Kepala Seksi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

See also  Hari Pertama Menjabat, KTU Cabdis Pendidikan Wil.II Dampingi Tim BPKP SulSel, Evaluasi PIP SMA/SMK Tahun 2021-2022

Pada tahun 2018, kala perubahan nomenklatur dari UPT Pendidikan Wilayah kabupaten / kota menjadi Cabang Dinas Pendidikan, Hj. Bagyang kembali masuk dalam gerbong mutasi dan menempati job baru sebagai Kepala Seksi Pembinaan SMA dan Fasilitasi pada Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III (meliputi Bone dan Sinjai).

Puncaknya pada bulan Januari 2020 kembali mendapat promosi jabatan eselon III.b sebagai Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I.

Hj. Bagyang adalah tipikal pemimpin yang sangat dekat dengan bawahan, baik terhadap personil yang ada di kantor cabang dinas sendiri maupun terhadap personil yang ada di lapangan atau di satuan pendidikan. pola pendekatan humanis (human relation) yang dilakukaanya serta diperkuat dengan filosofi berkonsep kearifan lokal (Sipakatau, Sipakalebbi, Lempu, dan Ada Tongeng) yang dianutnya, seolah menjadi sentuhan magis yang membuat dirinya begitu dikagumi sekaligus menjadi panutan bagi seluruh personil armada yang disebut Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I.

Kendati posisinya berada pada jajaran top level untuk ukuran pejabat daerah, tidak lantas membuat seorang Hj. Bagyang terlena dan monoton di kursi empuknya. Nalurinya sebagai mantan pendidik, mendorongnya intens terjun ke lapangan untuk melihat secara langsung kondisi persekolahan di wilayahnya.

See also  Gubernur SulSel berharap ASN dan Non ASN dapat memberikan Infag dan Sedekahnya Pada BAZNAS Melalui Autodebet Bank Sulselbar

Melalui strategi pendekatan yang dilakukan plus sentuhan filosofi; Sipakatau, Sipakalebbi, Lempu, dan Ada Tongeng membawa dampak positif terhadap perubahan kinerja pada masing-masing satuan pendidikan. Dalam waktu yang relatif atau setahun menakhodai Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I, tercatat 3 SMK negeri dan swasta Maros dan Makassar Utara berhasil lolos dalam Program Pengembangan SMK Pusat Keunggulan serta 8 SMA negeri dan swasta Kota Makassar berhasil lolos dalam Program Pengembangan menuju Sekolah Penggerak. Di samping itu, distribusi alumni SMA yang terserap masuk ke Perguruan Tinggi Negeri mengalami lonjakan signifikan di banding tahun sebelumnya, yaitu sekitar 14.184℅ dari dari total 7.233 tamatan pada tahun 2021 (23 SMA negeri dan 43 SMA swasta)
Terkait dengan implementasi Program Prioritas Gubernur Sulawesi Selatan di wilayahnya, Hj. Bagyang sangat apresiatif terhadap peran dan kinerja seluruh sekolah dalam mendukung keterlaksanaannya. Menurutnya dari serangkaian implementasi program prioritas tersebut melahirkan berbagai inovasi dan kreativitas yang dimunculkan beberapa sekolah di antaranya; Kreatifitas siswa (OSIS) SMA Negeri 15 Makassar yang telah melakukan penanaman bibit pohon mangrove secara massal (sebanyak 500 bibit pohon) di pesisir pantai Desa Nelayan, Kelurahan Untia, Kota Makassar; kegiatan yang sama juga dilakukan oleh OSIS SMA Negeri 6 Makassar bekerjasama dengan Ikatan Alumni, sebanyak 400 bibit pohon mangrove ditanam secara massal di pesisir Pantai Salodong, Kelurahan Untia. Kegiatan ini bertujuan untuk menjaga kelangsungan hidup ekosistem pantai. kreatifitas lainnya juga terlihat di SMA Negeri 1 Maros, di mana keterbatasan lahan yang dimiliki sekolah, dapat disiasati dengan memanfaatkan dinding pagar pembatas sekolah sebagai lahan budi daya dengan sistem hidroponik.

See also  TNI – POLRI Synergy, Monitors the Implementation of Covid Vaccinations at the Tamalanrea Health Center

Demikian halnya dengan implementasi program literasi kita suci juga telah melahirkan kreatifitas di berbagai sekolah, di antaranya; SMA Negeri 12 Maros yang telah menjadikan kegiatan ini sebagai Program Unggulan bertajuk ‘Jumat Mengaji’. Kegiatan ini dilaksanakan secara terpadu dengan melibatkan seluruh komponen mulai dari kepala sekolah, pendidik, tenaga kependidikan, dan para peserta didik. Kegiatan yang berdurasi 15 menit sebelum PBM dimulai digelar secara terbuka di pelataran sekolah. Kreatifitas lain juga lahir di SMA Negeri 1 Maros, di mana siswa yang terlambar hadir di sekolah tidak lagi diperhadapkan dengan berbagai sanksi sebagaimana pola kebiasaan lama, di antara berjemur di bawah terik matahari, berlari mengitari lapangan, dan sebagainya, akan tetapi siswa diwajibkan mengaji satu ayat / satu menit keterlambatan atau melantunkan azan.

Demikian menurut Hj. Bagyang sembari berharap akan lahirnya inovasi dan kreatifitas lain yang dimunculkan oleh sekolah di masa mendatang.
** SALMAN SALAM **