Makassar Bangkit – Berprestasi menjabat sebagai direktur di dua rumah sakit propinsi berbeda tentu bukanlah pekerjaan yang mudah.

Tak hanya kepemimpin, namun dibutuhkan pengelolaan secara efektif. Hal itulah yang dilakukan dokter Darwis Makka, putra Bajeng Kabupaten Gowa.

Dalam perjalanan kariernya, Dokter Darwis pernah menjabat sebagai Direktur RSUD Buton Selatan.

Kedua ia pernah menjabat Direktur RSUD Haji Pajonga Dg Ngalle Kabupaten Takalar. Dokter Darwis sukses mengukir prestasi.

Pria kelahiran Bajeng 1 Januari 1971 ini telah menyisihkan cerita menarik Provinsi Sulawesi Tenggara. Tepatnya di Kota Batauga Buton Selatan.

RSUD Buton Selatan baru berdiri pada tahun 2014. Belakangan rumah sakit itu bisa bekerja sama dengan pihak BPJS – Kesehatan.

Syarat yang berhasil dilalui tentu tidak mudah, yakni akreditasi rumah sakit.

See also  Polsek Tamalanrea Ringkus Pelaku Penipuan di Sidrap

“Setelah 3 tahun tepatnya 2017 RS ini terakreditasi yang saat itu direktur dijabat oleh dr. Darwis,” kata dr Federic Tangke Allo Dirut RSUD Buton Selatan dalam rilisnya ke awak media beberapa waktu lalu.

Ketika dipimpin dokter Darwis, RSUD Buton Selatan mengalami perubahan secara signifikan.

“Pelayanan makin bagus dan pasien semakin banyak, dr Darwis sukses membawa rumah sakit makin baik dan cara memimpin bagus, bisa diteladani ” kata dr. Federic menambahkan.

Setelah di Buton Selatan, dr Darwis pun kembali mengukir prestasi, disaat dirinya menjabat sebagai direktur RSUD Haji Pajonga Daeng Ngalle pada tahun 2018 lalu.

Tak tangung kepemimpinan dr Darwis, RSUD kebanggan Kabupaten Takalar ini, lansung meraih bintang 4 setelah 8 tahun Vakum Akreditasi

“Kami pun tak habis pikir bisa mencapai bintang 4 itu, dokter darwis berhasil membuktikan itu, dia pemimpin visioner mengubah banyak hal kita pun senantiasa optimis untuk meraih lebih baik lagi,” ungkap Sapriadi Kasi perawatan RSUD Haji Pajonga beberapa waktu lalu.

See also  Sukses Laksanakan Kongres X KSPSI, Yorrys Raweyai Adakan Syukuran dan Buka Puasa Bersama

Sejak capaian prestasi itu, RSUD Takalar pun kerap dikunjungi daerah lain untuk study banding dalam hal pengelolaan konektivitas kelembagaan rumah sakit.

Dokter darwis, saat ditanyai soal kiat suksesnya, dirinya senantiasa menerapkan budaya Sipakatau, Sipakainga’ Sipakalabiri dalam pengabdiannya.

“Sipakatau tau itu bagaimana memanusiakan manusia, di dalamnya ada kejujuran, toleransi peduli dan menghargai,” bebernya kepada awak media.

Sama halnya dengan sipakainga’, katanya. Petuah itu bermakna saling mengingatkan, rendah hati untuk menerima segala pendapat serta demokratis.

“Sedangkan sipakala’bi merupakan cara bagaimana saling menghargai, tidak merendahkan orang lain atas status sosial dan saling bantu satu sama lain,” jelas dokter Darwis.

Hal tersebut juga diungkapkan Ketua LSM PERAK Sulsel, Adiarsa MJ, SE, SH dimana menurut hasil kontrol sosial dan pemantauannya di lapangan menilai sosok dr. Darwis Makka seorang pekerja keras.

See also  Hari Pertama Menjabat, KTU Cabdis Pendidikan Wil.II Dampingi Tim BPKP SulSel, Evaluasi PIP SMA/SMK Tahun 2021-2022

“Dia seorang Dokter ahli madya spesialis Penyakit mata tak jarang kami temui beliau di lapangan dalam fokus bekerja saat menjabat Wakil Direktur di RS Labuang Baji bahkan dia dipercaya sebagai Koordinator RS Lapangan Covid 19 Asrama Haji Sudiang,” ungkap Aktivis anti korupsi ini saat ditemui di Warkop Ontime Jl. Onta Lama, Jum’at (17/12/21).

Pria yang berprofesi sebagai pengacara muda juga ini berharap orang-orang seperti dr Darwis dapat dipercaya memegang jabatan agar pelayanan masyarakat tentunya lebih baik.

(*)